TALIWANG—Bertempat di Lapangan Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Rabu malam (13/09/2019) Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M membuka Festival Muharram 1440 Hijriyah.

Festival Muharram yang sebelumnya bernama Festival Melala Minyak Jereweh ini dibuka dengan kegiatan Istighosah dan Tabligh Akbar. Sebagai penceramah pada Tabligh adalah pimpinan Pondok Pesantren Al-Fath, Pancor Dau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Tuan Guru Haji Maliki Sami’un, Lc. ‘’Meski festival Muharram ini sudah dimulai, izinkan saya membuka secara resmi, mengharap rahmat dan ridho Allah, dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, Festival Muharram 1440 Hijriyah dengan resmi saya nyatakan dibuka,” kata Bupati.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, Muharram adalah bulan pertama pada kalender islam. Muharram adalah momen untuk introspeksi diri. Merenungi kesalahan yang dilakukan agar tidak diulang kembali. Kemudian menggantinya dengan beramal saleh. Termasuk moment tepat pasca gempa yang melanda KSB tanggal Agustus lalu sehingga kedepannya lebih memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin maka ia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang celak. ‘’Tiga hal itu harus dicamkan, sehingga setiap hari kita ikhtiarkan hari ini dan kedepannya harus lebih baik. Nanti dasar hukumnya dari Tuan Guru, dengarkan dan amalkan apa yang disampaikan Tuan Guru agar kita semakin dekat kepada Allah SWT untuk mendukung pembangunan keluarga kita, lingkungan dan daerah yang kita cintai,’’ imbuh Bupati.

Sementara itu, penceramah TGH. Maliki kepada jamaah menekankan bahwa manusia akan selalu diberikan ujian oleh Allah. Musibah gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu merupakan ujian dari Allah SWT. Melalui ujian tersebut, Allah ingin melihat seberapa besar kesabaran dan keikhlasan hambanya menghadapi ujian. Termasuk seberapa besar keimanan dan ketakwaan hambanya saat dan setelah ujian. ‘’Ibadah kita harus meningkat kalau sedang diuji dan setelah diuji, jangan malah kendor, menurun. Sholat semakin terjaga, sholat berjamaah tetap ditingkatkan dan ibadah lainnya,” imbuh TGH. Maliki.

Hadir dalam pembukaan Festival Muharram Wakil Bupati Sumbawa Barat, Pimpinan DPRD KSB, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah KSB, para Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD. Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat serta masyarakat Kecamatan Jereweh. Selain Istighosah dan Tabligh Akbar, kegiatan lainnya dalam festival ini adalah lomba membuat minyak tradisional sumbawa, pembuatan me sura dan sejumlah kegiatan lainnya.(Bagian Humas & Protokol)