TALIWANG—Bersama pengusaha Korea Selatan, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M menandatangani memorandum of understanding (MoU)/nota kesepakatan investasi bidang energi terbarukan, Pariwisata, dan pertanian di Kabupaten Sumbawa Barat.

Penandatanganan MoU antara Bupati Sumbawa Barat dan Wakil Ketua Kopia (Korea plant industries Association) atau asosiasi industri tanaman Korea, Park Heung Seok, serta Direktur Korindo Group, Mr. An Geunhyo  dilaksanakan di Ruang Rapat Graha Fitrah, Kamis (28/06/2018). Hadir pada kegiatan ini, Wakil Bupati Fud Syaifuddin, S.T, Anggota Forkopimda KSB dan Kepala OPD Pemerintah KSB.

Bupati Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada delapan pengusaha Korsel ditambah seorang investor asal Malaysia. Bupati berharap tamu dari Korsel dan Malaysia merasa nyaman selama berada di KSB. ‘’Ada kesamaan pola pembangunan di Korea Selatan dan KSB. Di sana disebut semaul undong, kalo di sini disebut PDPGR (Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong). Tetapi mereka lebih kuat lagi gotong royongnya,” kata Bupati.

Bupati mengungkapkan, kedatanganan investor Korsel ini sebagai langkah tindak lanjut pertemuan dirinya dengan para investor Korsel beberapa waktu lalu. Para investor akan mengkonfirmasi dan meninjau potensi investasi dan kerjasama secara langsung di KSB. Disebutkan Bupati, potensi investasi yang ditawarkan adalah Bendungan Bintang Bano sebagai lokasi pengembangan energi listrik bertenaga air, potensi pariwisata dan potensi lainnya.

Wakil Ketua Kopia, Park Heung Seok, berterimakasih ke Bupati dan para pejabat Pemerintah KSB. Dijelaskan Park Heung, Kopia merupakan Bumn Korsel. Lebih dari 100 perusahaan kompetitif di Korsel bergabung di Kopia. ‘’Kami datang dari Korea delapan orang dan satu orang dari Malaysia, semoga kita bisa sepakat dan menandatangani MoU untuk kerjasama dalam bidang infrastruktur dan lainnya di KSB, Presiden Direktur Kopia menyatakan kesungguhannya untuk membantu KSB,” kata Park Heuang Seok yang mengenakan sapu Tobo yang dipasangkan oleh Bupati di awal kegiatan.

Park Heuang mengaku telah menyaksikan video potensi alam di KSB. Sejumlah perusahaan yang ada di bawah naungan Kopia pun berminat melakukan investasi di KSB, dan jika kerjasama berhasil dilaksanakan, maka apapun rencana pembangunan Pemerintah KSB, bersama Kopia pasti akan berjalan sukses. ‘’Terimakasih atas kesepakatan penandatangan MoU pada hari ini,” ungkap Park Heuang Seok usai menandatangani MoU bersama Bupati.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah KSB, Dr. H. Amry Rakhman, M.Si, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa PDPGR telah berjalan dua tahun lebih di KSB. Banyak kegiatan dari PDPGR yang telah sukses dilaksanakan, seperti bedah rumah, jambanisasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bariri UMKM, dan lain sebagainya. H. Amry juga menginformasikan bahwa pada tanggal 4 sampai dengan 9 Juli, akan datang tim dari Busan University. Kedatangan tim tersebut untuk melaksanakan study banding PDPGR di KSB dengan semaul undong. ‘’Lokasinya nanti di Desa Kalimantong. Harapannya hasil studi tersebut akan menjadi masukan bagi Korsel untuk memperkuat kerjasama antara KSB dan Korsel,  dengan pola penggabungan antara PDPGR dengan semaul undong” katanya.

Usai sholat dzuhur, dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah KSB, Dr. H. Amry Rakhman, M.Si didampingi sejumlah Kepala OPD, Kabag Ekbang Setda KSB dan para investor Korsel dari Kopia dan Direktur Korindo Group serta investor asal Malaysia meninjau proyek pembangunan Bendungan Bintang Bano yang berada di Kecamatan Brang Rea. Kemudian dilanjutkan mengunjungi Pantai Kertasari. Sementara, pada hari Jam’at (29/06/2018), Wakil Ketua Kopi dan Direktur Korindo Group serta rombongan akan mengunjungi areal tambang PT. Amman Mineral Nusa Tenggara.(Bagian Humas & Protokol)