TALIWANG—Gubernur NTB Dr. Ir. Zulkieflymansyah, M.Sc. melakukan kunjungan kerja dan silaturrahmi ke Kabupaten Sumbawa Barat, Senin (8/10/2018).

Setelah tinggal landas pukul 17.00 Wita di Benete, Maluk, Gubernur terlebih dahulu bersilaturrahim dengan keluarga Almarhum H. Iskandar Siraj. H. Iskandar merupakan tokoh sekaligus relawan Gubernur pada Pilgub yang lalu. Gubernur bersama masyarakat menggelar dzikir dan do’a bersama untuk almarhum H. Iskandar Siraj agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kemudian untuk masyarakat KSB dan NTB agar bangkit kembali pasca gempa.

Usai sholat isha, Gubernur selanjutnya menuju kediaman Bupati KSB, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M. Gubernur diterima Bupati didampingi Wakil Bupati, Sekda, Kapolres Sumbawa Barat, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Kepala Bagian Humas dan Protokol, dan manajemen PT. AMNT. Dalam pertemuan ini, Gubernur dan Bupati membahas upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa. Bupati mengusulkan sekiranya diperlukan Pemerintah dapat bekerjasama dengan Bank dalam penanganan rekonstruksi pembangunan rumah warga pasca gempa, Pemda siap menanggung bunganya dalam jangka waktu yang disepakati.

Gubernur pun menanggapi positif usulan Bupati dan langsung menghubungi Kepala BNPB via ponselnya menyampaikan usulan Bupati KSB tersebut untuk dipertimbangkan Kepala BNPB. Dalam percakapan tersebut, Kepala BNPB juga merespon positif dan mengatakan agar usulan tersebut disampaikan kepada Bapak Presiden saat berkunjung ke Lombok. Menurut rencana Bapak Presiden akan berkunjung ke Lombok tanggal 12 Oktober 2018. Gubernur kemudian menyarankan Bupati untuk hadir pada kunjungan kerja Presiden ke Lombok, selanjutnya menyampaikan usulan tersebut langsung kepada Bapak Jokowi.

Selain memberikan usulan, Bupati juga menanyakan kepada Gubernur tentang kejelasan jatah hidup (Jadup) senilai Rp. 10 ribu perhari selama tiga bulan, dan jaminan pengganti isi rumah senilai Rp. 3 juta yang dijanjikan oleh Menteri Sosial RI. Gubernur melalui selulernya pun langsung menghubungi Mensos meminta penjelasan terkait pertanyaan Bupati. Menteri Sosial menanggapi positip terhadap pertanyaan Gubernur yang menjadi usulan Bupati KSB tersebut.

Gubernur menanyakan Bupati berapa Huntara (hunian sementara) yang telah terbangun di KSB. Termasuk apakah ada atau tidak warga yang masih tinggal di tenda pengungsian. Bupati menjawab, tidak ada Huntara yang dibangun di KSB, melainkan langsung membangun hunian tetap atau rumah permanen. Soal warga yang masih tinggal di tenda, Bupati menjawab masih ada, yakni warga di Kecamatan Seteluk, Kecamatan Poto Tano dan Desa Tepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea. Gubernur mengapresiasi penanganan pasca gempa di KSB yang begitu cepat. Diharapkan juga warga yang masih tinggal di tenda rumahnya segera dibangun atau diperbaiki, sehingga bisa segera kembali ke rumahnya.

Selain bersilaturrahim ke rumah relawan dan membahas masalah penanganan gempa khususnya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, Gubernur juga melaksanakan sholat subuh berjamaah di Pondok Pesantren Himmatul Ummah di Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea, Selasa (9/10/2018). Usai sarapan pagi, Gubernur dan rombongan kembali ke Mataram pukul 08.00 Wita menggunakan sea plane. (Bagian Humas & Protokol)