TALIWANG—Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Dr. Mustari Irawan, M.PA mengungkapkan, banyak masalah dan sengketa baik di tingkat pusat maupun daerah yang diakibatkan buruk atau kurangnya kepedulian terhadap pengarsipan.

Demikian dikatakan Dr. Mustari Irawan dalam acara ramah tamah di Pendopo Kabupaten Sumbawa Barat, Minggu malam (24/06/2018). Kedatangan Ketua ANRI ke KSB ini merupakan undangan Bupati Sumbawa Barat dalam rangka kegiatan Gerakan Tertib Arsip dan Penandatanganan Pakta Integritas Pengarsipan di Lingkungan Pemerintah KSB. ‘’Saya berharap dengan kunjungan ini dapat mempererat hubungan pusat dengan daerah. Dengan acara ini membuat saya datang ke Sumbawa pertama kalinya, dan mudah-mudahan saya bisa kembali mengunjungi KSB,” kata Dr. Mustari.

Lanjut Dr. Mustari, banyaknya permasalah hukum hingga sengketa baik di tingkat pusat maupun daerah karena kurang baiknya pengelolaan arsip dan aset membawa ANRI melaksanakan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip. Gerakan ini untuk meningkatkan perhatian penyelenggara pemerintahan dalam menata dan mengelola masalah arsip. ‘’Kedepan kita akan menggunakan teknologi kearsipan,” jelasnya.

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam sambutannya mengatakan, arsip terdengar sangat enteng. Namun ketika dilakukan sangat rumit. KSB pun dalam keadaan darurat arsip, sehingga kegiatan gerakan tertib arsip dan penandatanganan pakta integritas kearsipan ini dibutuhkan. Tentunya agar pengarsipan di setiap unit kerja berjalan baik dan sesuai norma. Sebab, dalam menata administrasi daerah, tentu harus ditopang juga dengan pengarsipan yang memadai. ‘’Alhamdulillah kita dapat mengundang Bapak Kepala Arsip Nasional dan beliau dapat hadir di tengah-tengah kita untuk menandatangani pakta integritas. Terimakasih menjadi penggagas acara ini,” kata Bupati.

Diungkapkan Bupati, dua tahun ini, Pemerintah KSB fokus dengan pengelolaan asset yang menjadi sangat krusial sama halnya dengan arsip. Alhamdulillah dengan pengelolaan yang baik terhadap aset, Pemerintah KSB tahun ini kembali mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan. Jika aset  yang rumit saja bisa ditangani, maka tentu masalah penataan yang baik terhadap arsip juga Insya Allah bisa dilakukan.

Dalam acara ramah tamah ini, Kepala ANRI menyerahkan buku yang ditulisnya dengan judul‘’Giang’’. Buku tersebut menceritakan tentang seseorang yang bertahan hidup. Kepala ANRI juga menyempatkan diri membacakan puisi karangannya dihadapan Bupati, Wakil Bupati Fud Syaifuddin, S.T, Sekretaris Daerah, H. Abdul Azis, S.H., M.H dan pejabat lingkup Pemerintah KSB termasuk Dandim 1628 Sumbawa Barat. Puisi yang dibacakan Kepala ANRI berjudul ‘’Kertas Menjadi Buku”.(Bagian Humas & Protokol)