Selasa 11 september 2018. Bertempat di posko induk penanganan bencana gempa bumi Bupati sumbawa Barat Dr. Ir. W. Musyafirin, M.M. menerima Kunjungan kerja Menteri PUPR Bapak Dr. Ir. MUHAMMAD BASUKI MULJONO, M.Sc.

 

Bupati mengungkapkan rasa Terima kasih kepada bapak menteri yang sudah bersedia hadir. Dihadapan menteri Bupati menegaskan bahwa Percepatan rehabilitasi menjadi agenda utama daerah saat ini. Oleh karena itu dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR sangat diharapkan masyarakat KSB.

Dalam kesempatan tersebut bupati juga melaporkan kondisi kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh gempa. Dengan total jumlah adalah 15.361 rumah warga yang rusak belum termasuk fasilitas umum.

Mentri PUPR dalam kesempatan tersebut menyampaikan maksud kedatangannya adalah untuk melaksanakan Percepatan pemulihan Fasilitas umum dan publik yang rusak karena gempa, terutama fasilitas kesehatan, pendidikan, perkantoran, rumah ibadah dan pasar, sejauh ini sudah ratusan yang di bangun baik di lombok maupun di sumbawa ini. Prioritas selanjutnya adalah rehabilittasi rumah pribadi. Disini Agen PDPGR akan berperan aktif sebagai tenaga inti.

Setelah melaksanakan rapat singkat di posko induk. Bupati bersama menteri PUPR beserta rombongan melaksanakan kunjungan lapangan ke desa seteluk tengah Kecamatan Seteluk. Bapak menteri menyemppatkan shalat duhur berjamaah bersama masyarakat korban gempa kemudian menyapa masyarakat. Beliau berjanji bahwa minggu ini insya Allah bantuan rekonnstruksi untuk rumah yang rusak berat akan bisa dicairkan. “Hari ini saya sudah mendapatkan SK Bupati yang berisi data kerusakan infrastruktur karena gempa di KSB. SK Tersebut akan menjadi dasar kami untuk mengajukan pencairan di kementerian keuangan.” Kata menteri.

Menteri juga menegaskan bahwa beliau ditugaskan presiden untuk melaksanakan rehab dan rekonstruksi bangunan layanan publik masyarakat.
Penanganan rekonstruksi Fasilitas umum ada yang langsung permanen dan ada yang sementara, tergantung tingkat kerusakannya. Saat ini ada sekitar 47 fasilitas publik yg dikerjakan secara serentak di KSB, Khusus untuk mekanisme penanganan rekonstruksi rumah, kami sudah diskusi dengan bupati. Agen PDPGR akan menjadi inti REKOMPAK. Jadi masyarakat sendiri yang mengerjakan sesuai keinginannya. “Risa adalah salah satu cara bangun rumah tahan gempa. Silahkan masyarakat memilih caranya, Menggunakan RISA atau tidak silahkan saja, itu pilihan masyarakat yang penting bangunan yang dibuat bisa tahan gempa, dan sesuai standar yang ditentukan undang-undang bangunan gedung.” Kata menteri.

Dari Desa Seteluk tengah, Bupati dan menteri beserta rombongan meninjau masyarakat korban Bencana Gempa Bumi di Kecamatan Brang Rea. Dari kecamatan brang rea menteri beserta rombongan dari kementerian PUPR kemudian bertolak ke jakarta melalui Benete.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud syaifuddin, ST, Sekretaris Daerah H. A. Azis, S.H.,M.H, para asisten, kepala OPD, Kepala bagian lingkup setda, camat serta masyarakat sekitar. (Bagian Humas Dan Protokol)