TALIWANG— Bupati, Dr. Ir. H. W Musyafirin, MM bertindak sebagi inspektur apel persada pemakaman Kasat Pol PP KSB, Sihabuddin, AP, M.Si. Almarhum dianugerahi pangkat anumerta.

Almarhum Sihabuddin, AP, M.Si meninggal sekitar pukul 22.00 Wita di RSUD Asy-Syifa ‘KSB. Almarhum yang mengenakan seragam Pakaian Dinas (PDL) Pol PP terjungkal di Pendopo Sumbawa Barat usai membantu mengangkat koper jemaah haji KSB yang diterima Bupati. Setelah kejadian tersebut, salah satu putra terbaik KSB tersebut kemudian dilarikan ke RSUD Asy-Syifa ‘KSB dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Hadir dalam apel persada pemakaman Sihabuddin, AP, M.Si, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah KSB, Pejabat Pemerintah KSB. Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Seluruh Anggota Satpol, beberapa Anggota TNI dan Polri serta masyarakat.

Prosesi apel persada pemakaman almarhum di TPU Kelurahan Bugis Kecamatan Taliwang ba’da Sholat Dzuhur, Kamis siang (13/09/2018) diawali dengan pembacaan riwayat pekerjaan. Adapun riwayat pekerjaan almarhum yang dibacakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah, H. Abdul Malik, S.Sos., M.Si yaitu: pernah menjabat Kasubsi Perekonomian dan Produksi di Kantor Camat Abang Kabupaten Karangasem, Bali. Menjabat Kasi Pemerintahan di Kantor Camat Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Sekcam Labuhan Badas. Kasubbid dan Kasubbag di Bawasda KSB. Camat Jereweh, Camat Maluk, Sekdis Kehutanan, Perkebunan dan Pertanian KSB, Inspektur Pembantu Wilayah I KSB, Kabag Organisasi Setda KSB dan terakhir Kasat Pol PP KSB.

Kepala BKD kemudian membacakan Surat Keputusan Bupati Sumbawa Barat Nomor 184 / 861.2 / BKD / 2018 tentang Pemberian Pangkat Anumerta. Almarhum terakhir berpangkat Pembina Utama Muda, IV / c naik menjadi Pembina Utama Madya, IV / d. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks apel persada oleh Irup. Jenazah Sihabuddin yang pernah mendapat tanda penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden RI ini pun kemudian dimasukkan ke liang lahat.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, representasi masyarakat dan pemerintah KSB menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian almarhum. Apel pemakaman dan pemberian anumerta seperti ini kepada ASN baru pertama kali dilaksanakan. Penghargaan diberikan karena almarhum menghembuskan nafas terakhir pada saat beliau melaksanakan tugas dan masih dinas. ” Memang tanggal 19 Agustus kompilasi sebagian wilayah kami dilanda gempa, mungkin beliau tidak bisa dan mungkin tidak pernah tidur demi melayani masyarakat, ”kata Bupati sambil menangis.

Komando tugas penanggulangan bencana tidak hanya dilaksanakan di Pol PP, tetapi di lingkup Pemda dikoordinir Almarhum. Mulai dari pendistribusian logistik untuk kebutuhan dan hak-hak hidup bersama BPBD KSB, kegiatan trauma healing, termasuk kegiatan rehabilitasi, pembersihan dan perobohan rumah warga dan fasilitas lainnya. ” Magrib kemarin beliau mengajak saya sholat magrib berjamaah di masjid agung sembari menunggu jamaah haji untuk diterima di Pendopo, ” kenang Bupati.

Bupati berpesan kepada keluarga, jika almarhum adalah orang yang baik. Almarhum juga merupakan aparatur yang baik, yang dicontoh dan diteladani aparatur lainnya. Selain taat beribadah, almarhum supel dan memiliki pergaulan luas serta peduli terhadap orang lain. ” Hari Minggu ada 25 atau 30 orang tidak kebagian nasi bungkus, almarhum saat itu pergi membeli nasi untuk warga. Almarhum tidak pernah terbebani dengan tugasnya, ”imbuh Bupati.

Usai memberikan sambutan, Bupati menyerahkan kepada SK Bupati Sumbawa Barat Nomor: 184 / 861.2 / BKD / 2018 tentang Pemberian Pangkat Anumerta kepada anak almarhum, Sajjad Alwi. Prosesi apel persada pemakaman Kasat Pol PP KSB pun ditutup dengan do’a yang dipimpin Segaf Alwi. (Bagian Humas & Protokol)