TALIWANG—Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T meminta Dinas Kesehatan dan Puskesmas mengawasi penjualan obat di apotek, toko dan kios.

‘’Dikes dan Puskesmas agar mengawasi apotek, toko dan kios yang menjual obat, apakah ada izinnya dan layak mereka menjual obat kepada masyarakat tanpa resep dokter,” kata Wakil Bupati pada pembukaan sosialiasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Gemar Cermat) di Gedung Graha Bukit Bintang, Selasa pagi (15/05/2018).

Pengawasan terhadap penjual obat di tengah masyarakat ini penting, yakni untuk memantau dan mengendalikan obat yang beredar hingga dikonsumsi masyarakat. Sebab, ada kasus obat dengan mudahnya dibeli warga bahkan masih kategori anak. Manfaatnya pun bukan sekedar untuk mengobati sakit. Namun bahkan untuk dikonsumsi untuk bersenang-senang sebagai pengganti narkoba atau minuman keras.

Selanjutnya, yang pertama dan utama untuk cerdas menggunakan obat adalah orang yang berprofesi di bidang kesehatan, yakni dokter, apoteker, bidan dan perawat. Kemudian mengajak keluarganya menggunakan obat sesuai kebutuhan dalam upaya pengubatan. Kemudian mendidikan dan mengajak orang disekitar lingkungan tempat tinggal lalu lingkungan kerja. Sehingga kampanye Gema Cermat akan meluas di tengah-tengah masyarakat. ‘’Mari mulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, lingkungan kerja apaoter, dokter, perawat untuk menggunakan obat secara cerdas,” imbuh Wabup.

Ketua Panitia kegiatan sosialisasi Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dikes Provinsi NTB, Lalu Budarja, M.Kes dalam laporannya menyampaikan, obat penting dalam upaya pengobatan. Namun obat dengan mudah dan banyak tersedia. Kecermatan memilih dan menggunakan obat pun sangat dibutuhkan. Permasalahan di masyarakat adalah, penggunaan antibiotik yang sangat bebas. Masalah pun timbul, ini diperparah dengan pemahaman yang kurang dalam masyarakat.

Karena itu, melalui sosialiasi ini, peserta sosialisasi dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat. Agar masyarakat cerdas menggunakan obat. Agar masyarakat menanyakan resep dan menggunakan obat kepada ahlinya, yakni apoteker. ‘’KSB adalah kabupaten pertama di Pulau Sumbawa dalam Gema Cermat, kita ingin membangun masyarakat yang rasional dalam menggunakan obat,” kata Lalu Budarja.

Kepala Dinas Kesehatan KSB, H. Tuwuh, S.A.P dalam sambutannya mengatakan, ada sejumlah fenomena terkait masalah obat di masyarakat. Pertama, masyarakat sok tahu dalam memilih obatnya sendiri. Kedua, terjadinya penyalahgunaan obat, yakni mengkonsumsi obat untuk kepentingan lain, seperti untuk kegemukan bahkan untuk kesenangan terutama anak muda. Ketiga, penyimpanan obat yang dilakukan ditempat penyimpanan yang tidak sesuai standar Kementerian Kesehatan.

Ditegaskan Kadikes, obat dari puskesmas atau rumah sakit tidak perlu diragukan. Sebab obat yang diberikan apoteker, sudah sesuai resep dan aturan pemakaian dari dokter. Untuk penyimpanan obat, Pemda KSB memiliki instalasi farmasi yang sudah represntatif. Penyimpanannya pun sudah sesuai aturan kementerian seperti tingkat suhu dan lainnya.’’Mari kita mulai hari ini cerdas memilih dan menggunakan obat,” imbuh H. Tuwuh.

Peserta Gema Cermat ini adalah para apoteker, perawat, bidang, perwakilan OPD, kader PKK, Agen PDPGR, dan organisasi kemasyarakat. Narasumber sosialisasi ini berasal dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Dalam kegiatan ini, Wakil Bupati melaunching Gema Cermat di KSB dengan pemasangan pin Gema Cermat kepada Apoteker se-KSB sebagai agen perubahan. (Bagian Humas & Protokol)