TALIWANG—Kepada 39 guru penerima sertifikat pendidik lulusan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2016/2017, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T meminta guru bertanggung jawab atas amanah yang diberikan.

Dikatakan  Wakil Bupati, guru yang telah lulus PLPG dan menerima sertifikat pendidikan akan menerima gaji sertifikasi. Dimana, gaji sertifikasi yang diterima ini adalah uang rakyat. Dengan adanya tambahan gaji sertifikasi ini, maka semangat mendidik dan mengajar juga harus semakin tinggi. Sebab, pendapat sertifikasi yang guru terima bukan hanya dipertanggung jawabkan di dunia saja. Namun juga di hadapan tuhan nantinya. ‘’Pak Kadis kalau ada guru bersertifikasi yang menitip pelajaran ke guru lain apalagi guru yang honor, maka Pak Kadis harus meninjau ulang sertifikasinya,” kata Wakil Bupati di Hotel Ifa, Selasa siang (15/05/2018).

Selain penyerahan sertifikat pendidikan, Wakil Bupati juga menyerahkan hadiah kepada kepala sekolah, pengawas sekolah dan guru berprestasi. Mereka yang menerima hadiah adalah juara dalam lomba sekolah, pengawas sekolah dan guru berprestasi yang digelar di SMAN 1 Taliwang yang dibuka Wakil Bupati, Jumat lalu (11/05/2018). Wakil Bupati pun meminta kepada para juara yang nantinya akan mewakili KSB ke lomba guru beprestasi tingkat provinsi untuk menyiapkan diri dengan belajar yang giat sehingga mampu mengharumkan nama baik KSB.

‘’Bapak ibu guru akan mewakili bukan hanya guru tetapi nama baik 135 ribu warga KSB. Maka terus belajar, dunia adalah sekolah tempat belajar dan masalah adalah kurikulum sehingga kita akan pertanggung jawabkan di akhirat kelak,” imbuh Wakil Bupati.

Kabid Pembinaan Tenaga Pendidikan Dinas Pendidikan dan Olahraga KSB, Aku Nurrahmadin, S.Pd dalam laporannya menyampaikan, guru yang mengikuti PLPG angkatan 2016/2017 adalah sebanyak 132 guru. Namun yang berhasil lulus sebanyak 39 guru. Di tahun 2018 ini, PLPG ditiadakan dan diganti dengan metode Pendidikan Profesi Guru selama enam bulan dengan sistem in, on dan in kampus. Di KSB, hingga kini jumlah guru PNS sebanyak 1.505 orang. Sementara non PNS sebanyak 187 orang. Jumlah guru non PNS sebenarnya masih banyak. Namun angka 187 orang tersebut merupakan gurun non PNS yang berkualifikasi dan linier antara mata pelajaran yang diemban dengan disiplin ilmunya. Sehingga total guru di KSB, baik PNS dan non PNS sebanyak 1.692 orang. ‘’Dengan demikian, guru kita di KSB yang sudah bersertifikasi adalah sebanyak 78 persen dari total guru yang ada,” jelasnya.(Bagian Humas & Protokol)