TALIWANG—Olahraga Surfing di Pantai Yoyo, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat akan dimasukkan dalam 100 Calender Of Event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Demikian disampaikan Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Dra. Ratna Surantih, M.A. Dikatakan Dra. Ratna, Kementerian Pariwisata akan memasukkan surfing di KSB kedalam 100 calender of event  Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Event di daerah lain sulit mendatangkan peserta dari luar negeri. Tapi event di KSB ini bisa dilihat banyak menghadirkan para surfer dari luar negeri dengan membawa keluarganya.

Diharapkan Kepala Dinas Pariwisata juga menjadikan kompetisi surfing ini sebagi event tahunan dan Kementerian Pariwisata akan mendukung promosinya. “Terimakasih kepada Bupati karena telah menjadi tuan rumah yang baik, kami didukung untuk suksesnya acara ini. Kementerian Pariwisata ke depan dibantu WSL (World Surfing League) juga akan mencetak surfer-surfer karena ke depan surfing akan menjadi cabang olahraga di Olimpiade,” kata Dr. Ratna pada konfrensi pers sebelum pembukaan Surfing West Sumbawa AMNT Pro 2018 di Kantor Camat Sekongkang, Sabtu siang (8/09/2018).

Dr. Ratna menyampaikan salam Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari, Bapak Dr. Ir. Dwisuryo Hendroyono Soesilo, M.Sc. Ketua tim meminta maaf  karena tidak hadir di KSB. Bukan karena tidak suka atau tidak senang, namun karena ada agenda penting lainnya. Beliau lah yang mengagas event ini bersama WSL. ‘’Kami juga mengerti keadaan di sini. Kami dan WSL akan jadi sorong. WSL akan siaran streaming langsung ke seluruh dunia. Sehingga surfer di seluruh dunia bisa menyaksikan ombak di Sekongkang dan mau mengunjungi KSB,” ujar Dra. Ratna.

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M mengatakan, saat ini dalam suasana duka cita karena pasca gempa besar masih ada gempa susulan. Namun masyarakat harus tetap bangkit. Kegiatan pemulihan tetap berjalan, kegiatan pembangunan termasuk di sektor pariwisata. “Pemerintah Daerah berterima kasih setinggi-tingginya kepada Kementerian Pariwisata, WSL  yang bersama-sama mengadakan kegiatan ini, termasuk dukungan dari mitra kita PT. Amnt,” kata Bupati.

Lanjut Bupati, keterlibatan WSL sebagai organisasi surfing berkelas dunia yang mendukung kegiatan ini tentu akan memberikan inpact besar untuk kemajuan wisata di KSB khususnya spot olahraga wisata surfing. Selamat datang juga disampaikan kepada para surfer. Meski suasana kurang mendukung, mudahan bisa tetap dinikmati. Selamat bertanding junjung tinggi sportivitas. Kalah bukan akhir dari segalanya dan memang bukan segalanya. Sukses selalu pariwisata Indonesia dan khususnya pariwisata KSB.

Manager WSL regional Asian dan Australia, Will Haydeen Smith mengatakan, WSL senang bisa terlibat dalam event surfing West Sumbawa AMNT Pro 2018. Ombak di Pantai Yoyo sangat mendukung gelaran surfing berkelas internasional ini.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Arya Subyakto mengatakan, PSOI berharap surfing di KSB ini bukan hanya kali ini saja. Namun menjadi agenda tetap dan PSOI juga siap membantu mempromosikan ombak di Pantai Yoyo KSB.

Manajemen WSL Indonesia, Tipi Jabrik mengatakan, event ini dimotori WSL organisasi tertinggi surfing dunia. Dengan menggandeng WSL, diharapkan spot surfing di KSB bisa naik. Termasuk dengan menggandeng kementerian guna mendukung promosi pariwisata. Namun Pemerintah Daerah juga harus mendukung bersama masyarakat dengan menjaga kebersihan demi mendukung kemajuan wisata di KSB yang memiliki banyak aset wisata, baik di Pantai Yoyo dan banyak lagi lainnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KSB, Ir. I. G. B. Sumbawanto, M.Si mengatakan, surfing di Pantai Yoyo dari tanggal 8 sampai 12 September 2018 ini merupakan bagian dari gelaran event Sail Moyo Tambora 2018. Event lainnya adalah Kejuaraan Paragliding Internasional pada tanggal 14 September. Namun karena sejumlah titik jalan sedang diperbaiki dan pasokan air di Desa Mantar berkurang, event tersebut diundur dan akan digelar pada Festival Taliwang 2018. Untuk peserta, peserta berasal dari 13 negara termasuk di dalamnya dari Indonesia. Jumlah serfer yang ikut dalam kejuaraan ini sebanyak 65 surfer, 29 diantaranya adalah surfer Indonesia, seperti dari Bali bahkan surfer wanitanya sebanyak empat orang. Termasuk juga surfer dari Mataram dan Dompu.(Bagian Humas & Protokol)